Blogger Pajak Ngumpul di Ancol

Blogger? Hari gini blog masih laku? Itu salah satu pertanyaan yang terlintas di kepala saya akhir-akhir ini. Kenapa? Saya menduga tren yang lagi digandrungi oleh penduduk negeri ini adalah twitter. Dugaan ini menjadikan nulis di blog tidak semangat lagi. Tapi hari ini, ada semangat lagi untuk menulis di blog pajak. Karena hari ini saya ketemu dengan provokator blogger.

Acara kumpul blogger yang dilakukan DJP di Ancol kali ini  adalah Workshop Peningkatan Kapasitas Blogger Pajak. Sesuai namanya, workshop ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang blog.
Workshop Peningkatan Kapasitas Blogger Pajak
kumpul blogger pajak di Teluk Jakarta, Hotel Mercure
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Humas DJP. Dalam rangka meningkatkan kapasitas pegawai DJP dibidang komunikasi online. Salah satu agenda Humas DJP tentu saja "memasarkan" pajak di dunia baik dunia nyata maupun dunia maya. Setidaknya penduduk repulik ini menjadi biasa ngomong masalah pajak. Memberikan informasi positif bagi rakyat Indonesia bahwa pajak tidak identik dengan "gayus".

Workshop kali ini diisi oleh pakar komunikasi online Kang Asep Syamsul M. Romli. Alhamdulillah sudah mendapatkan ilmu-ilmu baru yang membangkitkan tentang "masih" pentingnya dunia blogger. Dan dunia blog masih akan tetap eksis entah sampai kapan. Tren dunia, komunikasi online lebih ampuh untuk mempengaruhi orang lain. Bahkan dibandingkan dengan iklan komersial yang dibayar oleh pengiklan. Blog ternyata seringkali lebih dipercaya pembaca. Blog mencerminkan si blogger. Jika pembaca percaya kepada blogger maka pembaca percaya kepada isi blog.

Ke depannya mungkin akan lebih banyak lagi para blogger yang mendiskusikan masalah pajak. Makin banyak yang ngomong masalah pajak, makin banyak yang sadar betapa pentingnya pajak bagi NKRI. Diharapkan, pajak bukan lagi sebagai "drakula penghisap darah". Kita yang membayar pajak sadar bahwa pajak memang untuk negara. Bahwa dengan membayar pajak berarti mengantarkan pencapaian tujuan negara NKRI.

salaam blogger    
3 comments

Popular posts from this blog

Petunjuk dan Contoh PPh Pasal 21

PPN Jasa Freight Forwarding dan PPh Pasal 23 atas Jasa Freight Forwarding

Mulai Agustus 2015: Objek Pemotongan PPh Pasal 23 Semakin Banyak