Efek Kasus GT

Gayus Tambunan [GT]. Inilah pegawai DJP yang paling terkenal minggu ini. Mungkin dua minggu ke depan "rating"nya masih tinggi. Pemberitaan oleh berbagai media memperlihatkan bahwa dia memiliki gaya hidup "wah". Bukan hanya untuk ukuran masyarakat awam, tapi ukuran orang pajak juga, GT terlalu mewah.

Banyak rumor yang beredar, gara-gara kasus GT, kabarnya remunerasi DJP akan dicabut. Ini memang momentum bagi DPR untuk "menembak" DJP. Jika benar dicabut tentu ribuan pegawai DJP akan kelimpungan.

Sejak ada tambahan penghasilan, banyak pegawai DJP yang mengambil kredit. Baik kredit rumah maupun kredit mobil. Salah satu bank yang gencar menawarkan kredit adalah BRI. Cukup mengisi formulir, diteken bendahara dan kasubbag keuangan, dikembalikan ke BRI, 3 hari kemudian cair (heheheh pengalaman pribadi). Menurut petugas BRI, sebagian besar pegawai Kanwil Bandung ngambil kredit. Sehingga kami sering guyonan, "Gak elit kalau tidak punya kredit!"

Dengan adanya rumor pencabutan remunerasi DJP, guyonan berkembang. Para bankir mendukung remunerasi DJP. Soalnya kalau dicabut akan berdampak "sistemik" kredit macet!

Lain lagi dengan sebagian teman. Generalisasi kasus menyebabkan orang awam menjadikan kasus GT menjadi "standar baru". Lah ..... seorang Gayus Tambunan yang golongan III.a punya tabungan seperti itu, gimana golongan III.c, kepala seksi, apalagi kepala kantor?


Sekarang media mengembangkan pemberitaan dengan adanya jaringan atau komplotan GT. Saya yakin ini akan memperberat tugas Dit. P2 Humas DJP.

Apakah gerakan facebooker untuk tidak membayar pajak, forum-forum internet sejenis akan berdampak pada penerimaan pajak? Kita tunggu saja realisasi penerimaan bulan Maret & April tahun ini!

Salam
1 comment

Popular posts from this blog

Petunjuk dan Contoh PPh Pasal 21

Tax Amnesty : Kembali Dari Nol Lagi

Mulai Agustus 2015: Objek Pemotongan PPh Pasal 23 Semakin Banyak