Skip to main content

Profil

Raden Agus Suparman.
Lahir di Kecamatan Parigi, ibukota Kabupaten Pangandaran
SDN Cimerak lulus tahun 1985. 
SMPN Cimerak lulus tahun 1988. 
SMEA Negeri Banjar Patroman, lulus tahun 1991. 
Saat di SMEA, telah lulus ujian Akuntansi Dasar Satu dan Dasar Dua yang dikeluarkan oleh Depdiknas.  Dulu sering disebut bond A dan bond B.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), lulus Ajun Akuntan tahun 1994.
Jurusan Manajemen Universitas Terbuka (UT),  lulus Sarjana semester I tahun 2000.
Administrasi dan Kebijakan Perpajakan, FISIP UI, lulus Magister semester II tahun 2002 (angkatan VI).

Agustus 2004 lulus ujian sertifikat B yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). 

Pengalaman kerja sebagai pejabat fungsional Pemeriksa Pajak di DJP : 
[1.] Karikpa Samarinda (Maret 1995 - Juli 1999),
[2.] Karikpa Jakarta Enam (1999 - Juni 2005),
[3.] KPP Pratama Cempaka Putih (Juni - Desember 2005),
[4.] Karikpa Kudus (Januari 2006 - Juni 2007),
[5.] Kanwil DJP Jawa Barat I (Juni 2007 - Juli 2010).

Pengalaman kerja sebagai pejabat struktural di DJP :
Kepala Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan (Juli 2010 - Februari 2014)
Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama (Februari 2014 - Juni 2015)
Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama (Juni 2015 - sekarang)



Blog ini merupakan media agar saya selalu memperbarui pengetahuan perpajakan. Khususnya jika ada aturan perpajakan yang baru, setidaknya saya usahakan membaca dan memberikan catatan di blog ini. Selain peraturan terbaru, blog ini juga merupakan catatan apapun terkait perpajakan yang ingin saya sebarkan di dunia internet. Semoga memberikan manfaat bagi semua orang yang membutuhkan.

Sejak Januari 2015, saya memberikan semacam penegasan. Yaitu, "tax blog for beginners". Bahwa blog ini untuk para pemula atau orang awam tentang pajak atau Wajib Pajak pada umumnya.

  

Saya pernah: diberi tugas mengajar di STAN,  mengajar mata kuliah Pemeriksaan Pajak untuk mahasiswa semester 5 jurusan Administrasi Perpajakan STAN;  menjadi dosen pembimbing skripsi bagi mahasiswa D4 STAN; pengajar di Diklat AR; pengajar Diklat Manajemen Pemeriksaan di Pusdiklat Perpajakan; menjadi narasumber sosialisasi kebijakan pemeriksaan. Dan, tahun 2013, pernah menjadi ahli pemeriksaan pajak di Pengadilan Negeri Bandung.




diedit kembali Maret 2017















Raden Agus Suparman diwisuda sebagai Magister Administrasi dan Kebijakan Perpajakan FISIP UI 2003
Wisuda Magister Administrasi dan Kebijakan Perpajakan FISIP UI
Depok, Februari 2003
Raden Agus Suparman sudah mengikuti Pelatihan MQ saat Aa Gym Berjaya
menuju modernisasi (reformasi birokrasi) DJP
Septermber 2003
Raden Agus Suparman peserta Diklat Pemeriksaan Pajak 2001
Diklat Fungsional Keterampilan Dasar Pemeriksa Pajak
Angkatan Pertama, 2001.

Raden Agus Suparman dan penyidik pajak Bandung di Kanwil
mejeng setelah sertijab Pak Hadi



Raden Agus Suparman dan penyidik pajak Bandung
mejeng setelah penyerahan kenang-kenangan (2010)

Raden Agus Suparman dan Pemeriksa Pajak 2005
mejeng dengan Mr Basri Musri DF Keahlian Pemeriksa I (2005)


Raden Agus Suparman dan Subdit Perencanaan Pemeriksaan
Bapak-bapak Perencanaan Pemeriksaan P2 DJP 2011

Rapat Koordinasi Nasional Pemeriksaan Tahun 2012
 Panitia Rakornas Pemeriksaan dan Penagihan 2012
Rapat Koordinasi Nasional Pemeriksaan Tahun 2013
FGD III Rakornas Pemeriksaan 2013 @Jogja

Pendidikan Penyidik PNS Pajak di Pusdik Reskrim Megamendung
Pendidikan PPNS di Pusdik Reskrim Megamendung

IHT tentang penggalian potensi artis bersama INUL Daratista
Pegawai KPP Pratama Kebayoran Lama bersama Inul Darastita, September 2014

.
Maia Estianty memenuhi undangan KPP Kebayoran Lama, September 2015

.
Ahmad Dhani juga memenuhi undangan KPP Kebayoran Lama, Oktober 2015




Popular posts from this blog

Petunjuk dan Contoh PPh Pasal 21

Pada dasarnya postingan ini adalah salinan lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-16/PJ/2016 tentang pedoman teknis tata cara pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak penghasilan pasal 21 dan/atau pajak penghasilan pasal 26 sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan orang pribadi. Tapi karena disajikan  dalam postingan blog, saya modifikasi seperlunya. Tujuannya biar enak dibaca. Walaupun demikian, memang masih terasa membosankan dan bertele-tele.

PPN Jasa Freight Forwarding dan PPh Pasal 23 atas Jasa Freight Forwarding

Berhubung banyaknya pertanyaan terkait dengan freight forwarding di postingan sebelumnya , saya berpikir akan lebih jelas jika pembahasannya dalam satu tulisan antara PPN dan PPh Pasal 23. Peraturan yang berlaku sekarang ada perbedaan antara PPN dan PPh Pasal 23. Terutama dilihat dari sisi dasar pengenaan atau yang sering disebut DPP. Berikut pembahasannya.

Objek Pajak Penghasilan

Segala sesuatu yang ada dalam masyarakat dapat dijadikan sasaran atau objek pajak, baik keadaan (seperti: memiliki kendaraan bermotor, radio, televisi, memiliki tanah atau barang tak gerak, menempati rumah tertentu), perbuatan (seperti: melakukan penyerahan barang karena perjanjian), maupun peristiwa (seperti: kematian, keuntungan yang diperoleh secara mendadak). Tetapi objek pajak yang menjadi sasaran PPh adalah penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) UU PPh1984, yang lengkapnya berbunyi, “Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun,...” Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) UU PPh 1984 bahwa penghasilan yang dikenakan pajak mempunyai unsur-unsur sebagai berikut: (a) tambahan kemampuan ekonomis. Bahw

Labels

Show more